Loading

Choose Your Languange

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Your solutions

Tuesday, May 10, 2011

Khutbah Jum'at (Waspadai Kemunafikan)

WASPADAI KEMUNAFIKAN
إِنّ الْحَمْدَ لِ نَحْمَدُهُ، وَ نَسْتَعِينُهُ، وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِالِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ مِنْ سَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَ هَادِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ الُ، وَ
أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ
قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَ تَمُوتُنّ إِلّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)
وَ قَالَ أَيْضًا: (يَا أَيّهَا النّسُ اتّقُوا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِن نّفْسٍ وّحِدَةٍ وّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ
بَثّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيًا وّ نِسَاءً وّ اتّقُوا الَ الّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَ الْأَرْحَامَ إِنّ الَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا)
وَ قَلَ جَلّ جَلَ لَهُ: ( يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ وَ قُولُوا قَوْلً سَدِيدًا يّصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يّطِعِ الَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)
أَمّا بَعْدُ: فَإِنّ أَحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَمُ الِ، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمّدٍ صَلّى الُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ، وَ
شّرّ اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَ كُلّ مُحْدَثَتٍ بِدْعَةٌ، وَ كُلّ بِدْعَةٍ ضَلَلَةٌ، وَ كُلّ ضَلَلَةٍ فِى النّارِ
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Patutlah dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menasihatkan kepada diri kami sendiri dan
kita semua untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah  dengan
berbagai amal kebaikan yang telah disyari'atkan. Bersama dengan itu tidak lupa pula untuk
bertakwa kepada Allah  dari berbagai amalan-amalan yang dapat merusak kesempurnaan iman,
baik itu berupa amalan hati, amalan lisan maupun amalan anggota tubuh yang lain.
Rasulullah  datang dengan membawa Islam yang mengajarkan kepada kita sifat-sifat buruk
yang harus kita takuti, waspadai serta harus kita jauhi, jangan sampai bersarang di dalam diri kita.
Salah satu sifat tersebut adalah nifaq yang menjadikan para pelakunya disebut munafik.
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumulah,
Untuk dapat mewaspadai dan menjauhi sifat nifaq, maka haruslah kita mengetahui ciri-ciri
kemunafikan atau tanda-tanda orang munafik. Berikut akan disebutkan sebagian ciri-ciri orang
munafik, bukan untuk diikuti namun untuk dijauhi dan diwaspadai. Karena barangsiapa tidak
mengetahui tanda-tanda kemunafikan, maka sangat mungkin akan terjerumus ke dalamnya.
Ciri pertama adalah berdusta. Dusta adalah sifat yang paling umum dari seorang munafik dan
kedustaan terbesar adalah mengatakan keimanan padahal hatinya kafir. Allah  berfirman,
إِذَا جَآءَكَ مُنَٰفِقُونَ قَالُوا۟ نشَْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱلَِّ وَ ٱلَّ يَُعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُُۥ
ٱلْ
مُنَٰفِقِيَ لَكَٰذِبُونَ ۝
وَ ٱلَّ يَُشْهَدُ إِنَّ ٱلْ Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa
sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui, bahwa sesungguhnya
kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui, bahwa sesungguhnya orang-orang
munafik itu benar-benar orang-orang pendusta.” (Q.S. al-Munafiqun:1)
Ciri orang munafik selanjutnya adalah ingkar janji, khianat dan curang dalam bertikai. Seperti
hadits riwayat Abdullah bin Amru , ia berkata, Rasulullah  pernah bersabda, “Ada empat sifat
yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki
salah satu di antara empat sifat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik
sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat,
apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang.” (H.R. Muslim)
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  bersabda, “Ada tiga tanda orang
munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila
dipercaya ia berkhianat.” (H.R. Muslim)
Orang munafik juga terkenal suka membuat kerusakan di muka bumi dengan menyangka telah
berbuat kebaikan. Allah  berfirman,
وَ إِذَا قِيلَ لَهُْ لَ تُفْسِدُوا۟ فِ ٱلَْرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ۝ أَلَ إِنَُّمْ
مُفْسِدُونَ وَ لَٰكِن لَّ يَشْعُُونَ ۝
هُ ٱُلْ
Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.”
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
(Q.S. al-Baqarah:11-12)
Kerusakan orang munafik yang paling mendasar adalah mendahulukan akal dan nafsu daripada
syari'at Allah. Mereka menyangka sedang memperbaiki atau meluruskan apa yang telah dibawa
oleh Rasulullah . Mereka mengutak atik ayat dan hadits beserta pemahamannya dengan alasan
penyegaran dan pembaharuan. Dan segala yang mereka sebut sebagai perbaikan atau kebaikan
adalah apa yang mengikuti akal dan pendapat mereka, bukan syari'at Islam. Mereka begitu pandai
dalam mengelabui orang dan menyembunyikan kemunafikan mereka. Allah  berfirman,
وَ إِذَا رَأَيْتَُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُْ وَ إِن يَقُولُوا۟ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِْ كَأَنَُّمْ خُشُبٌ
مُّسَنَّدَةٌۖ Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika
mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang
tersandar. (Q.S. Al-Munafiqun: 4)
Orang-orang munafik juga senang merendahkan orang yang berpegang pada syari'at Islam. Ini
adalah sifat yang sangat klasik dan terus menerus ada hingga kini. Kaum munafik sangat benci
terhadap orang-orang yang berpegang teguh terhadap syari'at Islam. Mereka menganggap berpegang
teguh pada syari'at Islam adalah kedunguan, kebodohan dan kehinaan. Allah  berfirman,
وَ إِذَا قِيلَ لَهُْ ءَامِنُوا۟ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُفَهَآء أَلَ
إِنَُّمْ هُ ٱُلسُّفَهَآء وَُ لَٰكِنْ لَّ يَعْلَمُونَ ۝
Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah
beriman.” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman sebagaimana orang-orang bodoh itu
telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka
tidak tahu. (Q.S. al-Baqarah:13)
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumulah,
Bertalian dengan ciri-ciri di atas, kaum munafik juga adalah orang-orang yang berpenampilan
menipu dan meyakinkan, mulut mereka manis, namun hati mereka begitu dengki kepada Islam
dan kaum mukminin. Ketika berada di kalangan orang-orang beriman mereka berlagak beriman
namun ketika berada dengan teman-teman mereka yang kafir, maka mereka menampakkan
keaslian mereka.
Mereka pun adalah orang-orang yang paling getol menyebarkan keraguan terhadap segala yang
berkaitan dengan Islam. Tidak tersisa sedikit pun dari sendi-sendi agama Islam atau cabangcabang
agama ini melainkan mereka meragukannya serta menyebarkan keragu-raguan tersebut.
Sifat lain kaum munafiqin adalah tidak percaya kepada Allah dan tidak membenarkan janji-Nya.
Salah satu fakta yang menunjukkan hal itu adalah tatkala terjadi perang Ahzab, orang-orang
munafik senantiasa berprasangka buruk kepada Allah . Berbeda dengan orang mukmin, yang
disifati sebagaimana firman Allah ,
وَ لَمَّا رَءَا مُؤْمِنُونَ ٱلَْحْزَابَ قَالُوا۟ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱلََّ وَ رَسُولُُ ٱلْ
Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka
berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” (Q.S. al-Ahzab: 22)
Berkali-kali orang munafik menampakkan sikap tidak percaya terhadap Allah  dan Rasul-Nya,
sebagaimana yang terjadi juga dalam perang Tabuk, mereka menyampaikan alasan yang dibuatbuat,
agar dapat pulang ke rumah mereka untuk tidak ikut berperang bersama Rasulullah .
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumulah,
Tanda-tanda orang munafik selanjutnya adalah riya' serta malas dalam beribadah. Mereka tidak
melakukakan ibadah kecuali dengan keadaan terpaksa, malas mengerjakan shalat terutama shalat
berjama'ah. Mereka mengerjakannya hanya sekedar sebagai kedok untuk menutupi kemunafikannya
di hadapan kaum muslimin. Allah  berfirman,
وَ إِذَا قَامُو آ۟ إِلَ ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَ لَ يَذْكُرُونَ ٱلََّ إِلَّ
قَلِيلً ۝
Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya
(dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah, kecuali sedikit
sekali. (QS. an-Nisaa`: 142)
Yakni, mereka orang-orang munafik, di samping melakukan shalat karena riya`, juga bermalasmalasan
dan merasa amat berat melakukannya, tidak mengharap pahala dan orang-orang munafik
tidak meyakini bahwa meninggalkan shalat akan mendapat siksa. Telah diterangkan dalam
sebuah hadits dari Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  bersabda, “Tidak ada shalat yang
lebih berat bagi orang munafik daripada shalat shubuh dan isya, dan andaikan mereka
mengetahui pahalanya tentu mereka akan medatanginya meskipun dengan merangkak-rangkak.”
Ibnu Mas'ud  berkata mengenai shalat berjama'ah, “Aku betul-betul melihat, tidak seorang pun
di antara kami yang tidak melakukannya (shalat berjama'ah) selain orang yang munafik murni.
(Dahulu) bahkan ada seorang yang sampai bergelayut di antara dua orang disampingnya agar
dapat berdiri di dalam shaf (karena ia masih sakit dan ingin shalat berjamaah).” (HR. Muslim)
Demikian pula di dalam membayar zakat, infak dan lain-lain, sekedar untuk mengelabuhi orangorang
mukmin. Allah  membeberkan tentang infak yang mereka keluarkan dalam firman-Nya,
وَ لَ يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّ وَ هُْ كُسَالَٰ وَ لَ يُنْفِقُونَ إِلَّ وَ هُْ كَٰرِهُونَ ۝
Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan
(harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (Q.S. At-Taubah: 54)
Dan terutama dalam ibadah Jihad, maka orang munafik benar-benar sangat membencinya.
Rasulullah  memperingatkan kaum muslimin akan ciri yang satu ini dengan sabdanya,
Barangsiapa meninggal dunia tanpa pernah berjihad dan membicarakan dirinya untuk berjihad,
ia meninggal dalam keadaan memiliki salah satu cabang kemunafikan. (H.R. Bukhari)
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumulah,
Beberapa karakter lain dari orang-orang munafik adalah sedikit berdzikir, mempercepat shalat,
tidak memiliki kepedulian terhadap nasib kaum muslimin, suka menyebarkan kabar dusta dan
memprovokasi massa, menyeru kepada budaya jahiliyah, mengingkari takdir, mencaci maki
kehormatan orang-orang sholeh, berudzur dengan dalih dusta, menyuruh kemunkaran dan
mencegah kema'rufan, bakhil, lupa kepada Allah, lebih memperhatikan zhahir dan mengabaikan
batin, sombong dalam berbicara, bersembunyi dari manusia dan menantang Allah  dengan dosa
serta senang dengan musibah yang menimpa orang-orang beriman dan dengki terhadap
kebahagiaan mereka.
Dalam sejarah Islam, kemunafikan membawa banyak mudharat dibanding dengan kesyirikan atau
kekafiran yang nyata. Telah terbukti orang-orang munafik seringkali membuat kekacauan
terutama di saat kaum muslimin menghadapi panggilan jihad. Di saat kondisi tenang, orang-orang
yang terjangkiti virus kemunafikan adalah mereka yang sering mencari-cari cara untuk memecah
belah persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila kemunafikan disebut
sebagai penyakit yang berbahaya dan membinasakan. Orang yang telah terserang penyakit ini
tidak mungkin mendapatkan keberuntungan selamanya, kecuali jika bertaubat. Karena di dalam
hati mereka terdapat penyakit dan Allah  menambah lagi penyakitnya itu, dan mereka adalah
para pendusta.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الَ لِي وَ لَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِ رَبّ الْعَالَمِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلّ الُ وَلِيّ الصّالِحِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ
اْلَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيَ، اللّهُمّ صّلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِهِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلِى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،
أَمّا بَعْدُ،
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumulah,
Pada hari kiamat nanti, orang-orang munafik akan dihisab di hadapan seluruh makhluk untuk
dipermalukan serta ditegakkan hujjah atas mereka. Dan ketika catatan amal diberikan kepada
setiap orang, maka orang-orang munafik akan menerima catatan amal mereka dengan tangan kiri
dari belakang punggungnya. Ketika orang-orang mukmin bersujud pada saat sebagaimana yang
difirmankan oleh Allah , “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud;
maka mereka tidak kuasa”, maka orang-orang munafik akan terdiam tidak dapat bersujud.
Selanjutnya ketika Allah  membentangkan shirath (titian) untuk dilewati, orang-orang mukmin
mendapatkan cahaya sedang orang-orang munafik tidak mendapatkan cahaya. Mereka dipisahkan
dari orang-orang yang beriman dan ketika orang-orang munafik menyeberangi shirath, maka satu
persatu dari mereka berjatuhan ke dalam api neraka. Na'udzubillahi min dzalik.
Siksaan yang diberikan pada hari kiamat kepada orang-orang munafik begitu pedih, Allah 
berfirman,
إِنَّ مُنَٰفِقِيَ فِ ٱلَّرْكِ ٱلَْسْفَلِ مَنَ ٱلنَّارِ وَ لَن تَجِدَ لَهُْ نَصِيًا ۝
ٱلْ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (Q.S.
An-Nisaa`: 145)
Demikianlah beratnya penderitaan yang ditimpakan kepada orang-orang yang munafik karena
besarnya kerusakan yang mereka perbuat di tengah-tengah kaum muslimin. Dan semoga dengan
mengetahui kepedihan siksaan yang akan diberikan kepada orang-orang munafik membuat kita
sekuat tenaga bersungguh-sungguh menjauhi sifat nifaq tersebut sebagaimana ciri-cirinya yang
telah dijelaskan sebelumnya.
Kita meminta kepada Allah  pertolongan agar senantiasa menjadikan jiwa-jiwa kita berada
dalam keimanan yang sejati, bukan keimanan orang-orang munafik. Dan kita meminta pertolongan
kepada Allah  agar menjaga keimanan yang sejati sampai kematian menjemput kita.
اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللّهُمّ بَرِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيَ وِ الْمُؤْمِنَاتِ، و الْمُسْلِمْيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلَمْوَاتِ،
إِنّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدّعوَاتِ.
اللّهُمّ إِنّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى.
اللّهُمّ لَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنّكَ أَنْتَ الْوَهّاب.
رَبّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لّلّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبّنَا إِنّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ.

0 comments:

Post a Comment

Click Only